Tuhan Di Tempat Yang Pertama

Disaat kita memilih untuk duduk di barisan belakang gereja sesungguhnya menunjukan apa yang di hati kita terhadap gereja dan sayangnya ini juga ?menunjukan bahwa tidak adanya kekeluargaan maupun kehidupan didalam ?gereja. Dalam pujian dan penyembahan, kita sering berkata bahwa kita tidak akan menukarkan Tuhan dengan perak atau emas. Tantangan untuk gereja ialah, apakah benar apa yang kita katakan itu keluar dari hati kita? Renungkan kembali kehidupan kita selama enam bulan kebelakang atau sejak kita menerima Tuhan Yesus dalam hidup kita.

Sekalipun kita belum dapat menyanyikan pujian ini dengan sepenuh iman, sebab apa yang kita ucapkan , kita akan bertanggung jawab atasnya, terus lah bergantung ?kepada Tuhan supaya tidak hanya kita dapat menyanyikan tetapi juga menjalani dalam hidup ini.

Dalam lirik lagu, sering kita menyanyikan, ?Engkaulah segalanya bagiku?. ?Apa yang akan terjadi jikalau ?kita menerima promosi dalam pekerjaan kita dan harus ?bekerja pada hari minggu? Bagaimana dengan ?pilihan ?antara pergi ke universitas atau tidak? Atau bahkan pilihan antara Tuhan dengan pasangan hidup? Apakah hati kita akan ber-kompromi?

Adam dan Hawa menyanyikan pujian tersebut sampai mereka berhadapan ?dengan kenyataan antara memilih Tuhan atau memakan buah pengetahuan baik dan buruk yang dilarang ?oleh Tuhan. Sangat mengherankan mengapa orang memilih akan ?Hikmat Dunia? dari pada dunia ?Hikmat Tuhan?. Dalam setiap keputusan kita, apakah Tuhan yang kita prioritaskan?

Yesus berkata di dalam Kitab Matius, jikalau kita tidak berkumpul maka kita akan berpencar. Tidak perduli berapa kali kita bergereja, seberapa hebat pujian kita dan yang lainnya, tapi kalau kita membawa suatu kebenaran lebih tinggi dari pada dasar kebenaran dari pada Tuhan sendiri, itu akan mencerai-beraikan ?sebuah perkumpulan. Dan kita sebagai orang Kristen sangat pandai untuk terlihat sangat rohani, padahal yang kita bawa adalah kebenaran kita sendiri.

Kisah Cain dan Abel dalam kitab Kejaidan, mengajarkan bahwa sikap kita sering kali tidak jauh berbeda dengan Cain, dimana kita membawa perpuluhan dan persembahan pada saat kita inginkan saja. Buah sulung dan perpuluhan adalah menempatkan Tuhan ditempat pertama dan persembahan merupakan ?suatu penghormatan akan Tuhan. Tetapi kita sering seperti Cain yang marah sebab ?tidak mendapat respon yang sama seperti Tuhan meresponi Abel. Perbedaan antara Cain dan Abel adalah Abel membawa persembahaan ?kepada Tuhan ?untuk menghormati Tuhan dan mengerti untuk memberikan yang terbaik. Sering kali sikap kita terhadap persembahan adalah seolah-olah memberikan kepada Tuhan apa yang kita ?miliki? dan berharap supaya Tuhan meresponi sama seperti kepada Abel.

Esau pada saat kelaparan, dia menempatkan ?Rasa Lapar? ?melebihi dari pada Tuhan, dia bahkan menukarkan hak sulungnya dengan Yakub demi makanan. Dalam segala kebenaran, Tuhan harus ditempat yang pertama. Kita harus ?belajar dari ?Abraham yang menempatkan Tuhan diatas janji-janji Tuhan sendiri, sehingga dia tetap taat disaat Tuhan meminta anak perjanjiannya (Ishak).

Bagaimana sikap kita dengan keluarga? Apakah pada hari minggu kita pakai untuk hari keluarga dan mengabaikan gereja? Tetapi bila kita menghormati Tuhan dengan menempatkan Dia lebih utama daripada keluarga kita, maka Tuhan akan melakukan melindungi, menjaga dan memberkati keluarga kita dengan sempurna.

Yang Tuhan cari bukan lah uang dan apa yang kita miliki, tetapi hati kita disaat kita tetap mengutamakan Tuhan ditempat tertinggi walaupun dengan keadaan yang sangat diberkati. Ketika kita dapat menyanyikan pujian dan penyembahan dari hati kita yang sesungguhnya, kita akan mengerti bagaimana ?Stefanus yang walaupun sedang dirajam oleh batu , dia melihat kemuliaan Tuhan Yesus yang menantikan dia dan juga Yohanes pada saat di masukkan ke dalam minyak yang panas, mengatakan supaya dia dapat hidup lebih lama lagi supaya dapat memuji Tuhan lebih lama lagi.

Biar pujian dan perkataan kita bukan hanya sekedar emosi tapi sepenuhnya dari hati kita yang sungguh sungguh menempatkan Dia ditempat yang pertama dalam hidup kita.

Tags:
No Comments

Post A Comment