Revayah ke-2: Restoration in Abundance

Mazmur 66:8-13 “Pujilah Allah Allah kami, hai bangsa-bangsa, dan perdengarkanlah puji-pujian kepada-Nya! Ia mempertahankan jiwa kami di dalam hidup dan tidak membiarkan kaki kami goyah. Sebab Engkau telah menguji kami, ya Allah, telah memurnikan kami, seperti orang memurnikan perak. Engkau telah membawa kami ke dalam jaring, mengenakan beban pada pinggang kami; Engkau telah membiarkan orang-orang melintasi kepala kami, kami telah menempuh api dan air; tetapi Engkau telah mengeluarkan kami sehingga bebas. Aku akan masuk ke dalam rumah-Mu dengan membawa korban-korban bakaran, aku akan membayar kepada-Mu nazarku”

Fase Revayah yang pertama, Tuhan membawa kita melewati api dan melewati air. Di dalam Revayah yang pertama kita mengalami kelegaan. Sekarang di tahun Revayah yang kedua kita akan mengalami pemulihan di dalam kelimpahan (restoration in abundance).

Mazmur 71:17-21 “Ya Allah, Engkau telah mengajar aku sejak kecilku, dan sampai sekarang aku memberitakan perbuatan-Mu yang ajaib; juga sampai masa tuaku dan putih rambutku, ya Allah, janganlah meninggalkan aku, supaya aku memberitakan kuasa-Mu kepada angkatan ini, keperkasaan-Mu kepada semua orang yang akan datang. Keadilan-Mu, ya Allah, sampai ke langit. Engkau yang telah melakukan hal-hal yang besar, ya Allah, siapakah seperti Engkau? Engkau yang telah membuat aku mengalami banyak kesusahan dan malapetaka, Engkau akan menghidupkan aku kembali, dan dari samudera raya bumi Engkau akan menaikkan aku kembali. Engkau akan menambah kebesaranku dan akan berpaling menghibur aku.”

Ayat ke-17 dan ke-18: Tuhan tetap mengajar kita dari kecil sampai tua dengan tujuan untuk menunjukkan kepada kita pekerjaan-Nya yang ajaib. Dan supaya semuanya ini juga dapat diteruskan kepada generasi berikutnya.

Ayat ke-19: Kebenaran Tuhan mencapai ke langit! Artinya kebenaran Tuhan akan mencakup seluruh hidup kita; Dia sudah melakukan dan sedang mengerjakan perkara-perkara yang besar. Apakah perkara-perkara besar ini? Baca Mazmur 126:1-6 “Nyanyian ziarah. Ketika TUHAN memulihkan keadaan Sion, keadaan kita seperti orang-orang yang bermimpi. Pada waktu itu mulut kita penuh dengan tertawa, dan lidah kita dengan sorak-sorai. Pada waktu itu berkatalah orang di antara bangsa-bangsa: “TUHAN telah melakukan perkara besar kepada orang-orang ini!” TUHAN telah melakukan perkara besar kepada kita, maka kita bersukacita. Pulihkanlah keadaan kami, ya TUHAN, seperti memulihkan batang air kering di Tanah Negeb! Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai. Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya.” 

Akan ada orang-orang yang hanya membicarakan pekerjaan besar yang dilakukan Tuhan, mereka melihat dan mendengar tetapi tidak mengalaminya sendiri. Namun ada juga orang-orang yang mengalami pekerjaan-pekerjaan Tuhan yang ajaib. Perkara besar yang dilakukan oleh Tuhan di sini adalah suatu pemulihan (restoration). Percayalah maka saudara akan mengalaminya. Jangan pernah berkata “unbelievable” sebab saudara tidak akan mengalaminya, jika melihat pekerjaan Tuhan yang ajaib katakanlah “amazing”.

Sewaktu Tuhan memulihkan hidup kita maka kita akan seperti orang yang sedang bermimpi. Tahukah saudara bahwa tidak ada seorang pun yang dapat memadamkan mimpi kita selain dari pada oleh diri kita sendiri?

Galatia 6:9 “Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah.”

Jangan pernah kita berhenti mengharapkan kebaikan Tuhan. Jangan biarkan mimpi kita diambil dan dipadamkan hanya karena kita kekurangan uang atau resources, namun taruhlah pengharapan kita kepada Tuhan.

Jikalau ada mimpi-mimpi kita yang belum terjadi, janganlah padamkan mimpi itu, tetaplah percaya! Tuhan akan memulihkan hidup kita, dipulihkan kepada posisi rencana Tuhan yang semula.

Mazmur 35:10 “Ya, TUHAN, siapakah yang seperti Engkau, yang melepaskan orang sengsara dari tangan orang yang lebih kuat dari padanya, orang sengsara dan miskin dari tangan orang yang merampasi dia?”

Tekanan mungkin terlalu berat dalam hidup kita sekarang ini, percayalah bahwa Tuhan akan membebaskan kita. Semakin besar masalah kita maka akan semakin besar juga mujizat yang akan kita alami.

Ayat ke-20: Kegoncangan akan terus terjadi tetapi kita akan diluputkan dari goncangan. Sekalipun kita mengalami goncangan, Tuhan akan menolong kita segera (ayat ke-20b). 
Tuhan sudah menanamkan benih di dalam hidup kita, pada suatu saat benih itu akan muncul dan membuahkan hasil yang dapat dilihat dan dirasakan oleh dunia. Segala inovasi dan kreatifitas itu datangnya dari Tuhan.

Hosea 6:1-3 “Mari, kita akan berbalik kepada TUHAN, sebab Dialah yang telah menerkam dan yang akan menyembuhkan kita, yang telah memukul dan yang akan membalut kita. Ia akan menghidupkan kita sesudah dua hari, pada hari yang ketiga Ia akan membangkitkan kita, dan kita akan hidup di hadapan-Nya. Marilah kita mengenal dan berusaha sungguh-sungguh mengenal TUHAN; Ia pasti muncul seperti fajar, Ia akan datang kepada kita seperti hujan, seperti hujan pada akhir musim yang mengairi bumi.”

Berbaliklah kepada Tuhan, Ia akan memulihkan kita.

Mazmur 138:7-8 “Jika aku berada dalam kesesakan, Engkau mempertahankan hidupku; terhadap amarah musuhku Engkau mengulurkan tangan-Mu, dan tangan kanan-Mu menyelamatkan aku. TUHAN akan menyelesaikannya bagiku! Ya TUHAN, kasih setia-Mu untuk selama-lamanya; janganlah Kautinggalkan perbuatan tangan-Mu!”

Ayat ke-21: Tuhan akan menambah kebesaran kita. Mazmur 18:35 “Kauberikan kepadaku perisai keselamatan-Mu, tangan kanan-Mu menyokong aku, kemurahan-Mu membuat aku besar.”

Mazmur 105:16-19 “Ketika Ia mendatangkan kelaparan ke atas negeri itu, dan menghancurkan seluruh persediaan makanan, diutus-Nyalah seorang mendahului mereka: Yusuf, yang dijual menjadi budak. Mereka mengimpit kakinya dengan belenggu, lehernya masuk ke dalam besi, sampai saat firman-Nya sudah genap, dan janji TUHAN membenarkannya.”

Sewaktu kita sedang diuji memang sepertinya tidak ada pertolongan, namun bersabarlah dan tunggu waktunya Tuhan untuk membebaskan kita.

Tags:
No Comments

Post A Comment