Promosi Lewat Tantangan

Kesukses-an di dalam hidup ini tidak ditentukan oleh seberapa banyak harta yang kita miliki maupun seberapa banyak keberhasilan yang sudah kita capai. Tetapi tujuan hidup setiap dari kita adalah melakukan apa yang sudah rencanakan dan perintahkan atas hidup kita.

“Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku. Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya. Tulang-tulangku tidak terlindung bagi-Mu, ketika aku dijadikan di tempat yang tersembunyi, dan aku direkam di bagian-bagian bumi yang paling bawah; mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satupun dari padanya. Dan bagiku, betapa sulitnya pikiran-Mu, ya Allah! Betapa besar jumlahnya!” Mazmur 139:13-17

Ayat-ayat di atas berkata bahwa Tuhan menulis buku harian hidup kita jauh sebelum semuanya itu terjadi; dan kita akan menjadi orang yang berhasil bahkan sangat berhasil jika kita menemukan dan melakukan apa yang sudah Tuhan rencanakan atas hidup kita masing-masing.

Untuk itu perlulah setiap kita menemukan tujuan hidup ini dan berusaha dengan giat untuk mencapainya.

“Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.” Efesus 5:17

“Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.” Efesus 2:10

Pertama, kita perlu mencari perintah Allah yang telah Dia siapkan bagi kita. Kedua, kita perlu hidup dalam rencana-Nya.

Namun perlu kita ketahui juga bahwa iblis tidak akan membiarkan orang-orang yang telah menemukan tujuan hidupnya di dalam Kristus mencapai kepada tujuan. Iblis akan selalu mencoba menghalau di dalam perjalanan kita, dan akan ada tantangan yang harus dihadapi oleh setiap kita.

Kita harus mencontoh Tuhan Yesus yang telah menyelesaikan perkerjaan-Nya yang telah diberikan oleh Bapa.

“Kata Yesus kepada mereka: “Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya.” Yohanes 4:34

Janganlah kita memulai tetapi tidak menyelesaikannya; namun biarlah setiap kita menyelesaikan perjalanan ini dengan baik sampai kepada tujuan. Tidak peduli bagaimana kita telah memulainya, mungkin kurang baik ataupun sangat tidak baik, tetapi yang penting kita bertekad untuk menyelesaikannya dan menghadapi segala tantangan yang ada di sepanjang jalan.

Setiap kita tahu bagaimana cerita tentang Daniel, Sadrakh, Mesakh dan Abednego yang tercatat di dalam kitab Daniel. Mereka berketetapan untuk setia kepada Tuhan sepanjang hidup, walaupun harus menghadapi segala tantangan yang ada, bahkan maut sekalipun. Kita juga dapat melihat bagaimana ketetapan dan kesetiaan mereka membawakan promosi atas hidup mereka.

“Berkatalah Nebukadnezar: “Terpujilah Allahnya Sadrakh, Mesakh dan Abednego! Ia telah mengutus malaikat-Nya dan melepaskan hamba-hamba-Nya, yang telah menaruh percaya kepada-Nya, dan melanggar titah raja, dan yang menyerahkan tubuh mereka, karena mereka tidak mau memuja dan menyembah allah manapun kecuali Allah mereka. Sebab itu aku mengeluarkan perintah, bahwa setiap orang dari bangsa, suku bangsa atau bahasa manapun ia, yang mengucapkan penghinaan terhadap Allahnya Sadrakh, Mesakh dan Abednego, akan dipenggal-penggal dan rumahnya akan dirobohkan menjadi timbunan puing, karena tidak ada allah lain yang dapat melepaskan secara demikian itu.” Lalu raja memberikan kedudukan tinggi kepada Sadrakh, Mesakh dan Abednego di wilayah Babel.” Daniel 3:28-30

Ingatlah bahwa keberhasilan di dalam hidup bukanlah karena kehebatan kita, namun semata-mata hanya karena itu yang telah Tuhan desain dan rencanakan atas hidup kita.

“Aku berkata kepada pembual-pembual: “Jangan membual.” Dan kepada orang-orang fasik: “Jangan meninggikan tanduk! Jangan mengangkat tandukmu tinggi-tinggi, jangan berbicara dengan bertegang leher!” Sebab bukan dari timur atau dari barat dan bukan dari padang gurun datangnya peninggian itu, tetapi Allah adalah Hakim: direndahkan-Nya yang satu dan ditinggikan-Nya yang lain.” Mazmur 75:5-8

Tags:
No Comments

Post A Comment