Prisoners of Hope

Zakharia 9: 11-12

“Mengenai engkau, oleh karena darah perjanjian-Ku dengan engkau, Aku akan melepaskan orang-orang tahananmu dari lobang yang tidak berair. Kembalilah ke kota bentengmu, hai orang tahanan yang penuh harapan! Pada hari ini juga Aku memberitahukan: Aku akan memberi ganti kepadamu dua kali lipat!”.

Seorang narapidana (orang yang dipenjara) akan mengalami beberapa hal dibawah ini:

  • Kehilangan kontrol (Loss of Control)
  • Kehilangan posisi (Loss of Position)
  • Kehilangan kebebasan bergerak (Loss of Mobility)
  • Kehilangan status (Loss of Status)
  • Kehilangan visi (Loss of Vision)

Hal tersebut adalah hal secara “fisik” namun jikalau kita tidak menjaga kehidupan kita dengan baik maka kita dapat juga mengalami “penjara” dalam hidup kita berupa; penjara dalam hubungan suami-istri, penjara dalam pekerjaan bahkan penjara dalam pelayanan di gereja.Namun kita tidak perlu berputus asa, karena di ayat 12 dikatakan bahwa, pada saat kita dalam sebuah “penjara” maka kita harus dengan segala kekuatan kita berpaling kembali kepada kota benteng kita yakni Tuhan Yesus. Dialah satu-satunya pengharapan (Hope) dalam hidup kita. Pengaharapan itu akan menjadi “Jangkar” dalam perahu kehidupan kita dan menolong kita untuk tetap bertahan dalam badai dan ombak di dalam dunia ini.

 Jikalau kita membaca dalam kitab Ruth 1 ada beberapa pelajaran yang dapat kita pelajari:

 Elimelech, Ruth dan kedua anak laki-lakinya meninggalkan Bethlehem (Kota Roti) dan pergi ke kota Moab. Ini mengajarkan kepada kita untuk mengerti jelas apa “panggilan” dalam hidup kita termasuk dimana Tuhan ingin kita menetap. Janganlah kita tertarik kepada tawaran “Dunia” yang pada akhirnya membuat hidup kita hancur dan tak berpengharapan.

Pada saat mereka di kota Moab, Elimelech dan kedua anaknya meninggal dan meninggalkan Ruth bersama kedua menantunya. Ruth sangat kecewa dengan Tuhan, hal ini dinyatakan dalam ayat 20 dimana Ruth berkata “Janganlah sebutkan aku Naomi; sebutkanlah aku Mara, sebab Yang Mahakuasa telah melakukan banyak yang pahit kepadaku”.  Naomi mengalami banyak “penghakiman” (judgment) dari orang sekelilingnya dikarenakan kematian suami dan kedua anak laki-lakinya.

Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita sering menemukan diri kita di “hakimi” oleh orang lain berdasarkan apa yang terjadi dalam kehidupan kita. Seperti Ayub yang dikatakan oleh teman-temannya bahwa dia berdosa kepada Tuhan.

Jikalau kita dalam posisi Ruth, ada kemungkinan kita mulai membandingkan kehidupan kita dengan orang lain. Kita merasa bahwa Tuhan tidaklah adil. Hal ini sangat berbahaya karena ini dapat membuat kita semakin jauh dari pada Tuhan.

Ada beberapa hasil yang tidak baik pada saat kita mempunyai sifat yang sering membanding-bandingkan kehidupan kita dengan orang lain:

  • The Curse of the Comparison:
  • It produces Inferiority / Superiority
  • It produces Anger towards God
  • It opens the door for the enemy, Satan

Oleh sebab itu mari kita menjaga hati kita dengan penuh ke-waspada-an, Amsal 4:23.

Seperti yang telah kita baca pada di awal dari rangkuman ini bahwa kita adalah “Prisoners of Hope” dari pada Tuhan. Bagi pengikut Jesus, dalam keadaaan apapun kita selalu mempunyai pengharapan. Ini yang membuat kita menjadi kuat dan bertahan dalam setiap tantangan dalam kehidupan kita.

Pada saat kita berpegang teguh pada pengharapan, maka Iblis akan menyerang kita dengan:

  • Kekuatiran (Worrying)
  • Ketidakpuasan  (Complaining)
  • Mencari kesalahan orang lain (Fault Finding)
  • Mengasihani diri sendiri (Self Pity)
  • Menggerutu / tidak puas (Grumbling)

Untuk mengatasi serangan ini maka ada beberapa langkah praktis yang dapat kita pelajari dan terapkan dalam kehidupan kita:

The antidote of Worrying – Look back of what God has done in our life

The antidote of Complaining – Start offering a thanksgiving

The antidote of Fault Finding – Acknowledge that we are the clay and God is the potter

The antidote of Self Pity – Get tougher on yourself

The antidote of Grumbling – Start affirming other people

“Hope is like a road in the country, there was never a road, but when many people walk on it, the road comes into existence (LY)”

Tags:
No Comments

Post A Comment