Pelipat Gandaan secara Super-natural

“Kekasihku mulai berbicara kepadaku: “Bangunlah manisku, jelitaku, marilah! Karena lihatlah, musim dingin telah lewat, hujan telah berhenti dan sudah lalu. Di ladang telah nampak bunga-bunga, tibalah musim memangkas; bunyi tekukur terdengar di tanah kita. Pohon ara mulai berbuah, dan bunga pohon anggur semerbak baunya. Bangunlah, manisku, jelitaku, marilah!” Kidung Agung 2: 10-13

Gereja kita telah melewati musim dingin dan sedang memasuki musim semi dan musim berbuah. Tuhan akan mencurahkannya berkat atas gereja-Nya. Berkat-berkat yang akan dicurahkan adalah berkat rohani, salah satunya adalah berkat pelipat gandaan secara super natural.

“Maka timbullah kelaparan di negeri itu. –Ini bukan kelaparan yang pertama, yang telah terjadi dalam zaman Abraham. Sebab itu Ishak pergi ke Gerar, kepada Abimelekh, raja orang Filistin. Lalu TUHAN menampakkan diri kepadanya serta berfirman: “Janganlah pergi ke Mesir, diamlah di negeri yang akan Kukatakan kepadamu. Tinggallah di negeri ini sebagai orang asing, maka Aku akan menyertai engkau dan memberkati engkau, sebab kepadamulah dan kepada keturunanmu akan Kuberikan seluruh negeri ini, dan Aku akan menepati sumpah yang telah Kuikrarkan kepada Abraham, ayahmu. Aku akan membuat banyak keturunanmu seperti bintang di langit; Aku akan memberikan kepada keturunanmu seluruh negeri ini, dan oleh keturunanmu semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, karena Abraham telah mendengarkan firman-Ku dan memelihara kewajibannya kepada-Ku, yaitu segala perintah, ketetapan dan hukum-Ku.” Jadi tinggallah Ishak di Gerar.” Kejadian 26:1-6

Kita harus mempersiapkan diri kita dengan mencari Rhema dari Tuhan. Apakah Rhema itu? Rhema adalah Firman Tuhan yang spesifik kepada kita untuk situasi tertentu. Setelah kita menerima Rhema itu, kita perlu melakukannya.

Ishak mengalami masa kelaparan, dan hal pertama yang terpikirkan olehnya adalah untuk pergi ke tanah Mesir, minta pertolongan kepada dunia. Namun Tuhan berfirman untuk Ishak tetap tinggal di Gerar.

Kelaparan atau kekurangan di rumah Tuhan itu hal yang biasa. Namun kekurangan ini bukanlah kemiskinan. Kita mungkin saja memiliki banyak namun mengalami kekurangan di dalam hidup.

Seperti Ishak pada zaman itu, kita juga harus mengalami kekurangan supaya dapat mengalami mujizat kelimpahan dari Tuhan. Bukankah setiap kita juga harus sakit terlebih dahulu sebelum dapat mengalami mujizat kesembuhan?

Jika pada hari ini ada dari kita yang sedang mengalami kekurangan, janganlah kita mencari jalan pintas dan lari ke Mesir, yaitu mencari pertolongan dari dunia. Janganlah kita mengandalkan dunia untuk mengatasi kekurangan kita, namun andalkanlah Tuhan!

Tidak tahukah saudara bahwa Allah kita jauh lebih besar dari segala kekurangan kita? Untuk itu janganlah kita kaget dan ragu jika mendapatkan janji Tuhan yang kedengarannya begitu besar dan tidak masuk diakal.

Bangsa Israel mengalami kelaparan di negerinya dan siap untuk pergi ke Mesir untuk mencari pertolongan, namun Tuhan berfirman agar mereka tinggal tetap di sana; ini adalah hal yang tidak masuk di akal bagi manusia. Apakah yang dilakukan Ishak dan apa terjadi setelah itu?

“Maka menaburlah Ishak di tanah itu dan dalam tahun itu juga ia mendapat hasil seratus kali lipat; sebab ia diberkati TUHAN. Dan orang itu menjadi kaya, bahkan kian lama kian kaya, sehingga ia menjadi sangat kaya. Ia mempunyai kumpulan kambing domba dan lembu sapi serta banyak anak buah, sehingga orang Filistin itu cemburu kepadanya.” Kejadian 26: 12-14

Ishak menuruti firman Tuhan, dan kita dapat membaca bagaimana Tuhan melimpahkan berkat atas Ishak, dan ia mengalami pelipat gandaan!

Ingatlah bahwa kunci keberhasilan itu bukan karena kepintaran manusia, namun karena ketaatan manusia kepada Tuhan semata-mata.

Jika kita ingin berhasil, carilah Rhema Tuhan dan lakukanlah itu. Jangan sekali-kali kita pernah lari dari masalah, namun carilah jalan keluar di dalam Tuhan. Keberhasilan adalah upah dari ketaatan kita kepada Tuhan. Seperti Ishak, justru di dalam kekurangan kita harus mau menabur.

Di dalam kitab 1 Raja-Raja 17:7-14 kita dapat membaca tentang cara Tuhan yang tidak masuk di akal. Tuhan memakai orang biasa, sederhana dan yang sedang mengalami kekurangan justru untuk menabur dan memberkati orang lain. Dan kita dapat membaca sendiri apa hasilnya:

“Tepung dalam tempayan itu tidak habis dan minyak dalam buli-buli itu tidak berkurang seperti firman TUHAN yang diucapkan-Nya dengan perantaraan Elia.” 1 Raja-Raja 17:16

Tags:
No Comments

Post A Comment