Mazmur 23 ayat 1

” Tuhan adalah Gembalaku” (Mazmur 23:1a)

Tuhan mempunyai banyak nama yang menunjukan identitas atau predikatNya, bukan sekedar nama biasa saja, seperti seseorang bisa saja presiden dari suatu perusahaan dan juga suami atas istrinya atau papa dari anak anaknya, dan di Mazmur 23:1, di bahasa Ibrani, Tuhan yang disebut “JAHWE” dan dalam bahasa Yunani “Jehovah” yang berarti orang yang memegang perjanjian. Jadi kata Tuhan adalah Gembalaku sama dengan “JEHOVAH ROHI”.

Untuk menjadi seorang gembala tentu perlu ada domba yang dibeli, dan Tuhan, sebagai Gembala yang baik bagi kita telah membeli kita dengan Tubuh dan DarahNya secara lunas.

“Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, –dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!” (1 Kor 6:19-20)

Kalau Tuhan sudah membeli kita, kita sudah tidak punya hak lagi untuk menghidupi kehidupan kita sendiri. Tuhan sudah membayar lunas, maka Dia yang menentukan segala aspek kehidupan kita, termasuk masa depan, jodoh, bisnis, dll. Tapi sering kali kita hanya mengakui bahwa kita adalah domba dombaNya tapi tidak mau digembalakan. Tentu bukan hanya sebatas kehidupan kita saja, tapi seperti Yusuf menyerahkan segala yang dia lakukan untuk Firaun dan mengembalikan segala kekayaan ke Firaun, kita pun perlu untuk menyerahkan bisnis kita, karir kita, segalanya kepada Tuhan. Biar kita belajar bukan hanya memiliki tapi menyerahkan kepada Tuhan.

Tuhan adalah Gembala yang baik
Tuhan Yesus adalah Gembala yang Baik, kata baik disini bukan hanya sekedar sikap dan sekedar karakternya yang baik tapi juga mempunyai arti mempunyai skill atau ketrampilan dan kemampuan untuk menggembalakan domba nya ke padang rumput yang hijau dan air yang tenang.
Seorang gembala yang baik, dia akan merelakan jam istirahatnya ketika domba dombanya sedang tidur, untuk pergi dan mencari rumput yang hijau, air yang tenang untuk kemudian hari membawa domba_dombanya ketempat itu. Tuhan lebih mau memimpin kehidupan kita dari pada kita menuntun hidup sendiri, dan Dia akan memberikan kita yang terbaik. Gembala kita punya kemamapuan yang sangat luar biasa untuk membawa kita memikmati rumput hujau kehidupan dan air yang tenang dalam tantangan segala macam keadaan yang kita hadapi dari hari ke hari. Jangan remehkan materai darah Tuhan Yesus yang sudah membayar kita dengan harga yang lunas, tanpa angsuran, tapi dalam sekali transaksi dan semua lunas, jadi Tuhan yesus punya hak sepenuhnya atas kehidupan kita domba-domba Nya, dengan memberikan hak kita saat ini kepada Tuhan Yesus itu sama dengan menjadikan kita domba dan Dia Gembala dan bukan hanya waktu kita mau saja, tapi dalam sepanjang masa kehidupan kita. Karena kita tidak bisa berkata sekarang aku mau menyerahkan tapi nanti aku mau jalankan hidupku sendiri, sekali kita menyerahkan maka untuk selamanya kita jadi domba dan Tuhan Yesus jadi Gembala Agung kita.

“Maka Allah damai sejahtera, yang oleh darah perjanjian yang kekal telah membawa kembali dari antara orang mati Gembala Agung segala domba, yaitu Yesus, Tuhan kita” (Ibrani 13:20)

“Sebab dahulu kamu sesat seperti domba, tetapi sekarang kamu telah kembali kepada gembala dan pemelihara jiwamu” (1 Petrus 2:25)

Pikiran, Perasaan, keinginan (jiwa), semuanya serahkan kepada Tuhan. Kita tidak perlu tersinggung kepada perkataan orang lain kalau tidak benar, masalah tersinggung atau tidak, kita tetap punya pilihan. Kalau sudah berusaha secara maksimal tapi belum berhasil, itu bukan berarti kegagalan.tapi merupakan keberhasilan yang tertunda, terus usahakan sampai kita berhasil dan menjadi lebih dari pemenang. Mari kita jaga hati kita dengan segala kewaspadaan karena dari situ lah terpancar kehidupan. Jangan mareh dan tersinggung dengan sikap dan perkataan orang yang negative, dan jangan tersanjung dengan kata-kata pujian pula, biarlah semuanya itu kembalikan kepada Tuhan Yesus gembala Agung kita.

“Gembalakanlah kawanan domba Allah yang ada padamu, jangan dengan paksa, tetapi dengan sukarela sesuai dengan kehendak Allah, dan jangan karena mau mencari keuntungan, tetapi dengan pengabdian diri. Janganlah kamu berbuat seolah-olah kamu mau memerintah atas mereka yang dipercayakan kepadamu, tetapi hendaklah kamu menjadi teladan bagi kawanan domba itu. Maka kamu, apabila Gembala Agung datang, kamu akan menerima mahkota kemuliaan yang tidak dapat layu.” (1 Petrus 5:2-4)

Untuk menjadi gembala bukan berarti harus buka gereja atau menjadi pastor secara sepenuhnya dan menjadi gembala sebuah gereja seperti saya saja, tapi kita dapat menjadi gembala atas uang kita, keluarga kita, sekolah kita, pekerjaan kita, bisnis, dll. Seperti definisi yang pernah kita pelajari di Part 1, bahwa seorang gembala adalah orang yang menjalankan otoritas dari orang lain untuk orang lain.

Bangsa Israel adalah satu satunya bangsa dimana ketika dalam peperangan, sang Jendral sama sama maju untuk berperang dengan tentaranya. Dengan contoh demikian, ada pentingnya bagi kita untuk belajar memerintah bukan dengan otoritas tapi dengan teladan, sebab teladan akan membawa suatu kuasa yang akan mempengaruhi orang untuk melakukan apa yang kita lakukan sehingga kita tidak perlu memaksakan apapun.
Kejatuhan raja Daud yang paling dalam dimulai pada waktu pasukanya pergi berperang dan dia tinggal di istananya sambil santai lalu melihat Bethseba mandi telanjang, maka jatuhlah Daud kedalam dosa yang menghancurkan kebahagiaan rumah tangga jendralnya dan rumah tangganya sendiri juga.

Therei s a power as a doer we are as a rolemodel tidak usah memaksa, tapi influence = mempengaruhi.

“takkan kekurangan aku” (Mzm 23:1b)

Apapun yang dibutuhkan domba akan dipenuhi gembalanya, dan bukan secara pas pasan saja tapi secara berkelimpahan. Beberapa karakter domba yang kita perlu ketahui adalah bahwa:

1. Domba tidak dapat membela diri
2. Dombah bodoh
3. Domba mudah tertekan

Semua gabaran keadaan domba sepertinya sangat tidak menyenangkan, tapi kelemahan dan kebodohan itu sengaja dibuat oleh Tuhan untuk membuat kita bisa bergantung dan berserah hanya kepada Gembala Agungkita yang sangat peduli dan mengasihi kita para dombanya.
Kelemahan kita akan di cover dengan KEKUATAN Gembala, kekurangan kita adalah KESEMPATAN untuk kita BERGANTUNG sepenuhnya paga GEMBALA.
“Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil” (Yohanes 3:30)

Kalau engkau bergantung kepada Tuhan dan mempunyai karakter domba seperti yang diatas kita akan terjaga.

Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya! Takutlah akan TUHAN, hai orang-orang-Nya yang kudus, sebab tidak berkekurangan orang yang takut akan Dia! Singa-singa muda merana kelaparan, tetapi orang-orang yang mencari TUHAN, tidak kekurangan sesuatupun yang baik. (Mazmur 34:9-11)

To be continued…

No Comments

Post A Comment