Managing God’s Provision

Mat 12:15 – 21

  Tetapi Yesus mengetahui maksud mereka lalu menyingkir dari sana. (12-15b) Banyak orang mengikuti Yesus dan Ia menyembuhkan mereka semuanya.

 

Ia dengan keras melarang mereka memberitahukan siapa Dia,

 

supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya:

 

“Lihatlah, itu Hamba-Ku yang Kupilih, yang Kukasihi, yang kepada-Nya jiwa-Ku berkenan; Aku akan menaruh roh-Ku ke atas-Nya, dan Ia akan memaklumkan hukum kepada bangsa-bangsa.

 

Ia tidak akan berbantah dan tidak akan berteriak dan orang tidak akan mendengar suara-Nya di jalan-jalan.

 

Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya, sampai Ia menjadikan hukum itu menang.

 

Dan pada-Nyalah bangsa-bangsa akan berharap.”

Ayat 15 menyatakan bagaimana Tuhan Yesus menyembuhkan semua orang. Kita sering membaca ayat tersebut namun secara tidak sadar kita tidak memposisikan diri kita dalam kelompok orang yang disembuhkan Tuhan.  Hal ini dikarenakan kurangnya pengetahuan kita akan Firman Tuhan. Kalau kita mengerti Firman Tuhan secara benar maka kita pada saat kita membaca ayat diatas maka kita yakin dan tahu bahwa kita termasuk dalam kelompok orang yang disembuhkan/diberkati/dibebaskan oleh Tuhan.

 Ayat diatas juga mengatakan bahwa Tuhan Yesus mendeklarasikan keadilan kepada bangsa “gentile”. Kita termasuk bangsa “gentile”. Sering kita membaca Firman Tuhan dan kita mengerti dimana golongan kita, “gentile” atau “jewish”. Kita mungkin mengaplikasikan ayat yang Tuhan Yesus tujukan kepada orang “Jewish” dalam kehidupan kita, oleh karena itu kita sering tidak dapat mengaplikasikan dan mengalami kebenaran Firman Tuhan dalam kehidupan kita sehari-hari.

Ayat 21 mengatakan bahwa Tuhan Yesus akan mengadakan keadilan bagi orang “gentile” dan orang “gentile” akan mempercayaiNya.  Keadilan merupakan sebuah topik yang sangat banyak dibicarakan di dalam maupun di luar gereja. Seringkali kita merasa ketidakadilan dalam kehidupan kita di dunia ini.

 Selain kita tidak mengerti golongan manakah kita termasuk “gentile” atau “Jewish”, kita juga tidak mengerti pewahyuan “Keadilan” yang Tuhan berikan kepada kita. Banyak orang Kristen yang cinta Tuhan dan berbakti dengan tekun di gereja namun pada saat mereka meninggalkan gedung gereja, mereka tidak merasakan bahwa mereka mendapatkan sesuatu atau bertemu dengan Tuhan secara pribadi. Banyak orang Kristen yang kecewa dan tawar hati disebabkan oleh hal tersebut.

Masalah utama yang ada pada gereja masa kini adalah tingkat pengharapan (level of expectancy) mereka tidak sama dengan tingkat keadilan (level of Justice) yang Tuhan Yesus telah lakukan dengan mati di kayu salib.

Pengertian orang Kristen tentang “Keadilan” adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan keberadaan “KITA” sedangkan pengertian “Keadilan” menurut Tuhan adalah,” apa yang terjadi pada Kerajaan Surga, apa yang bisa kita lakukan untuk Kerajaan Surga dan perjalanan kita menuju Kerajaan surga”

Banyak orang Kristen yang tertarik pada apa apa yang dimiliki oleh orang lain. Tidaklah salah kalau kita berusaha (berkerja keras, meningkatkan kualitas kita) bersama Tuhan untuk dapat mencapai apa yang orang lain capai. Yang sering kita lupa adalah “harga yang harus dibayar” untuk mencapai posisi tersebut. Kita baca autobiography orang tersebut namun kita tidak mau membayar harganya. Kita mungkin tidak harus membayar harga yang sama namun yang paling penting adalah kita mempunyai sikap hati yang “Rela” untuk bayar harga.

Keadilan bagi Tuhan adalah menyediakan apa yang kita butuhkan (Need) dan bukan gaya hidup (Life Style). Kalau kita mengerti maka kita akan melihat berkat Tuhan yang lebih besar.  Ada waktu tertentu di dalam hidup ini dimana kita harus merubah gaya hidup kita supaya kita bisa mengatur dengan bijaksana penyediaan Tuhan dalam kehidupan kita dan ini akan membawa kita masuk kedalam hidup yang berkelimpahan.

Jikalau kita tidak dapat mengerti pewahyuan “Keadilan” ini maka kita akan selalu merasa hidup dalam ketidakadilan. Kita beribadah di gereja dan kita merasakan bahwa Tuhan memberkati semua orang kecuali kita. Tuhan menyentuh hidup dan hati setiap orang kecuali kita. Tuhan menyembuhkan setiap orang namun tidak kepada kita.

Tuhan ingin kita belajar hidup dengan apa yang Dia sediakan berikan dalam kehidupan kita dan mengucap syukur dalam setiap keadaan.  Keadilan bagi Tuhan adalah kita mempercayai kehidupan kita kedalam tanganNya. Kita tidak akan dapat mempercayai Tuhan sampai kita dapat mengatur (manage) semua penyediaan Tuhan dalam kehidupan kita dengan bijaksana.

Keadilan adalah juga hidup bergantung pada penyediaan Tuhan juga termasuk didalamnya adalah Menabur. Pada saat kita menabur apa yang kita miliki maka Tuhan akan memberikan kepada kita apa yang belum kita miliki. Tuhan dapat memakai siapa saja untuk memberkati kita dalam kehidupan ini.

Janganlah kita memandang rendah penyediaan Tuhan dalam kehidupan kita apapun itu bentuknya. Pada saat kita tidak memandang rendah dan mengatur apa yang Dia percayakan dalam kehidupan kita dengan bijaksana, maka kita akan melihat bagaimana hidup kita akan diubah Tuhan dan menjadi berkat bagi banyak orang bahkan bagi bangsa-bangsa.

Tags:
No Comments

Post A Comment