Dikenal namun dikasihi

Mazmur 139:1-24 – Untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud. Tuhan, Engkau menyelidiki dan mengenal aku; Engkau mengetahui, kalau aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh. Engkau memeriksa aku, kalau aku berjalan dan berbaring, segala jalanku Kaumaklumi. Sebab sebelum lidahku mengeluarkan perkataan, sesungguhnya, semuanya telah Kauketahui, ya Tuhan. Dari belakang dan dari depan Engkau mengurung aku, dan Engkau menaruh tangan-Mu ke atasku. Terlalu ajaib bagiku pengetahuan itu, terlalu tinggi, tidak sanggup aku mencapainya.

Ke mana aku dapat pergi menjauhi roh-Mu, kemana aku dapat lari dari hadapan-Mu? Jika aku mendaki ke langit, Engkau di sana; jika aku menaruh tempat tidurku di dunia orang mati, di situ pun Engkau. Jika aku terbang dengan sayap fajar, dan membuat kediaman di ujung laut, juga di sana tangan-Mu akan menuntun aku, dan tangan kanan-Mu memegang aku. Jika aku berkata: “Biarlah kegelapan saja melingkupi aku, dan terang sekelilingku menjadi malam,” maka kegelapan pun tidak menggelapkan bagi-Mu, dan malam menjadi terang seperti siang; kegelapan sama seperti terang.

Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku. Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya. Tulang-tulangku tidak terlindung bagi-Mu, ketika aku dijadikan di tempat yang tersembunyi, dan aku direkam di bagian-bagian bumi yang paling bawah; mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satu pun dari padanya.

Dan bagiku, betapa sulitnya pikiran-Mu ya Allah! Betapa besar jumlahnya! Jika aku mau menghitungnya, itu lebih banyak dari pada pasir. Apabila aku berhenti, masih saja aku bersama-sama Engkau.

Sekiranya Engkau mematikan orang fasik, ya Allah, sehingga menjauh daripadaku penumpah-penumpah darah, yang berkata-kata dusta terhadap Engkau, dan melawan Engkau dengan sia-sia. Masakan aku tidak membenci orang-orang yang membenci Engkau, ya Tuhan, dan tidak merasa jemu kepada orang-orang yang bangkit melawan Engkau? Aku sama sekali membenci mereka, mereka menjadi musuhku.

Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku; lihatlah, apakah jalanku serong, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal!

 

Siapa disini yang menyukai barang palsu? Oke mungkin saya mengajukan pertanyaan yang salah. Siapa disini yang suka pergi Mangga Dua Mall? Tenang, saya tidak akan menghakimi anda. Saya hanya ingin melihat berapa banyak ‘fakers’ yang ada di dalam gereja. Pada umumnya tidak ada orang yang menyukai barang palsu. Kita tidak menyukai kepalsuan dan kita mendambakan keaslian. Semua orang di sekitar kita mendambakan ‘being real.’ Kita mempromosikan ide ini di mana-mana. Kita mengatakan kepada satu sama lain bahwa kita tidak perlu khawatir tentang pendapat orang lain; kita hanya perlu menjadi diri kita sendiri; otentik.

Walaupun kita mempromosikan ‘keaslian,’ bisakah kita jujur ​​bahwa menjadi otentik adalah hal yang sangat menakutkan? Tidak peduli berapa usia anda, anda semua memiliki kerangka dalam lemari anda. Setiap orang memiliki beberapa rahasia yang mereka tidak ingin orang lain tahu. Kita semua, tanpa perkecualian! Satu-satunya perbedaan adalah semakin tua umur anda, semakin banyak jumlah kerangka yang anda miliki di lemari anda. Tapi kita semua memilikinya. Untuk menjadi diri kita sendiri atau otentik adalah untuk mengekspos kerangka anda. Siapa di sini yang ingin menjadi sukarelawan pertama? Kita berada di dalam gereja. Ini adalah tempat yang aman. Anda cukup mengangkat tangan anda dan saya akan memberikan mikrofon sehingga anda dapat memberitahu semua orang di ruangan ini apa kerangka anda. Tentu saja tidak akan ada yang mau melakukan itu. Walaupun kita sangat menyukai ide untuk menjadi otentik, diketahui untuk siapa anda sebenarnya, kita membenci konsekuensi yang datang dengan menjadi otentik. Jadi yang terjadi sebagian besar waktu adalah kita menjadi orang munafik. Kita mempromosikan keaslian dengan mulut kita, tetapi di dalam hati kita merasa tidak aman dan takut apakah orang lain masih akan melihat kita dengan cara yang sama setelah mereka tahu tentang kerangka di lemari kita.

 

 

Kita semua memiliki kerangka yang kita coba untuk sembunyikan dari orang-orang. Dan kita semua memiliki ketidakamanan dan perasaan takut ditolak jika kita benar-benar dikenal untuk siapa kita sebenarnya. Jadi kita mencoba sebaik mungkin untuk menutupinya dan berpura-pura. Kita mencoba untuk menjadi ‘otentik palsu’ yang terbaik yang kita bisa. Kerangka yang kita sembunyikan jauh lebih buruk dari Kewtie. Kewtie mencoba untuk menutupi penampilan fisiknya, tapi kita mencoba untuk menutupi perjuangan batin kita. Ini bisa saja masa lalu kita, beban kita sekarang, dosa-dosa kita sekarang, konsekuensi dari dosa-dosa masa lalu yang kita harus hadapi, keluarga kita, hubungan kita dll. Apa pun itu, itu membuat kita merasa tidak aman tentang diri kita sendiri. Kita berpikir bahwa tidak mungkin bagi kita untuk dicintai jika kita benar-benar dikenal untuk siapa kita sebenarnya.

Kabar baik dari Mazmur 139 adalah bahwa adalah sangat mungkin bagi anda untuk dikenal sepenuhnya namun dikasihi. Dalam Mazmur 139, Daud menunjukkan sosok seseorang yang mengenal Daud lebih dari dia mengenal dirinya sendiri dan mencintainya. Mazmur ini sangatlah pribadi. Ini bukan jenis Mazmur yang menggunakan generalisasi seperti Tuhan mengasihi kita. Tidak. Mazmur ini diisi dengan kata Engkau dan aku. Mazmur ini mengungkapkan kasih sayang Allah kepada anda sebagai individu. Ya, anda, bukan kita. Doa saya adalah bahwa anda akan merasakan apa yang dirasakan Daud dalam Mazmur ini. Bahwa ada Allah yang mengenal anda namun mengasihi anda. Bahwa sangatlah mungkin untuk anda dikenal sepenuhnya namum dikasihi sepenuhnya.

 

 

Ada tiga cara di mana Tuhan mengenal anda: intim, luas, dan berdaulat.

 

Intim

 

Mazmur 139:1-6 – Untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud. Tuhan, Engkau menyelidiki dan mengenal aku; Engkau mengetahui, kalau aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh. Engkau memeriksa aku, kalau aku berjalan dan berbaring, segala jalanku Kaumaklumi. Sebab sebelum lidahku mengeluarkan perkataan, sesungguhnya, semuanya telah Kauketahui, ya Tuhan. Dari belakang dan dari depan Engkau mengurung aku, dan Engkau menaruh tangan-Mu ke atasku. Terlalu ajaib bagiku pengetahuan itu, terlalu tinggi, tidak sanggup aku mencapainya.

Tuhan mengenal anda secara intim. Bahkan, deskripsi yang digunakan Daud tampaknya menunjukkan bahwa Allah terobsesi dengan anda. Dia tahu setiap detail kecil tentang anda. Dia tahu ketika anda duduk dan ketika anda berdiri. Dia tahu semua pikiran anda. Ijinkan saya menaruhnya ke dalam bahasa kita sehari-hari. Tuhan mengikuti anda di Instagram dan Twitter. Dia adalah teman anda di Line, Facebook, dan Path. Dia tahu setiap gambar dan komentar yang anda masukan di social media, dan dia selalu orang pertama yang suka dan mengomentari posting anda. Apa yang anda sebut ini? Stalker (Pengintai)! Saya berani mengatakan bahwa Allah adalah Stalker (Pengintai) Ilahi! Jangan lupa kata ‘ilahi’. Kalau tidak, mungkin saya akan dipecat dari pekerjaan saya. Tuhan mengintai anda!

Daud bahkan mendorong fakta ini lebih jauh dari itu. Bahkan sebelum anda memposting gambar itu di Instagram, Allah tahu. Sebelum anda bahkan berpikir menambahkan eksposur, mengurangi kontras dan menambahkan sedikit saturasi, Tuhan tahu persis bagaimana anda akan mengedit gambar itu. Dia mengetahui semua cara anda dan dia tidak asing dengan dua waktu tertentu yang anda pilih untuk posting gambar anda supaya mendapat ‘like’ yang lebih banyak.

Dia tahu segala detail kecil dalam kehidupan anda. Dia ada di depan anda, tetapi dia juga di belakang anda. Dia berada di sebelah kanan anda, tetapi ia juga di sebelah kiri anda. Anda dikelilingi oleh Allah. Tidak ada jalan keluar. Dia tahu bahwa beberapa dari anda datang ke gereja hari ini dengan motivasi yang berbeda. Anda pernah mendengar bahwa di tempat ini bernama Rock Youth International, ada lebih banyak perempuan dibandingkan pria. Jadi ini adalah tempat yang sangat baik bagi pria lajang untuk berburu. Dia tahu bahwa beberapa dari anda berada di sini karena teman-teman anda memaksa anda datang. Dia tidak asing dengan pikiran anda. Dia sangat mengetahui kerangka yang anda coba untuk sembunyikan. Anda menggali lubang yang sangat dalam agar tidak ada yang menyadarinya, tapi Dia melihat dan Dia tahu. Tidak ada sesuatu yang tersembunyi darinya.

Tujuan dalam mengatakan semua ini adalah untuk menciptakan kesadaran bahwa Allah Maha Besar. Dia lebih besar dari apa yang dapat anda pahami. Keberadaan-Nya adalah salah satu hal yang kita tidak akan pernah pahami sepenuhnya. Dia menciptakan alam semesta dengan suara-Nya. Dia memberi hidup dengan napas-Nya. Saya mengalami kesulitan mengingat semua nama anda, tetapi Tuhan tahu setiap bintang di alam semesta dengan nama. Dan Allah yang sama yang megah dan besar ini mengenal anda dengan intim. Dia bukan Tuhan yang jauh. Dia mengenal anda secara keseluruhan dan tidak mungkin untuk bagi anda untuk menipunya. Dia mengenal anda secara intim.

 

 

Luas

 

Mazmur 139:7-12 – Ke mana aku dapat pergi menjauhi roh-Mu, kemana aku dapat lari dari hadapan-Mu? Jika aku mendaki ke langit, Engkau di sana; jika aku menaruh tempat tidurku di dunia orang mati, di situ pun Engkau. Jika aku terbang dengan sayap fajar, dan membuat kediaman di ujung laut, juga di sana tangan-Mu akan menuntun aku, dan tangan kanan-Mu memegang aku. Jika aku berkata: “Biarlah kegelapan saja melingkupi aku, dan terang sekelilingku menjadi malam,” maka kegelapan pun tidak menggelapkan bagi-Mu, dan malam menjadi terang seperti siang; kegelapan sama seperti terang.

Tidak ada tempat untuk melarikan diri daripada Allah. Tidak ada. Tempat tersebut tidak ada! Tuhan ada dimana-mana. Anda dapat pergi ke Antartika, Allah ada di sana. Anda dapat pergi ke Papua, dia ada di sana. Anda tidak dapat melarikan diri dari Allah.

Ilustrasi: Ketika saya pertama kali belajar naik sepeda, yang saya ingin lakukan setiap kali saya pulang sekolah adalah untuk naik sepeda dan bersepeda di sekitar wilayah rumah dengan teman saya. Papi saya sudah memperingatkan saya bahwa ia tidak memiliki masalah dengan saya pergi bersepeda sepulang sekolah tapi dia secara khusus mengatakan kepada saya untuk tidak pergi terlalu jauh. Tapi ada suatu sore, di mana teman saya mengajak saya besepeda ke kali di dekat situ. Saya setuju. Jadi kami pergi ke kali dan ketika kami sampai di sana, saya terkejut. Saya dibesarkan di Bali. Bali berbeda dengan Jakarta atau Surabaya dll. Pada saat itu, kali di daerah rumah saya masih bersih dan bagus. Dan ada banyak wanita mandi di sana. Saya terkejut dan heran. Ini adalah pertama kalinya saya melihat sisi gelap ini. Jadi kami mulai dengan mengintip mereka dari jauh. Dan sebelum terlalu lama, kami bermain di danau dengan mereka mandi di dekat kami. Saya pikir semua berjalan baik-baik saja. Papi saya tidak akan tahu tentang hal ini. Jadi ketika saya kembali, saya bertindak seolah-olah tidak ada apa-apa yang terjadi. Tapi saya lupa satu hal, pakaian saya belum sepenuhnya kering dan akhirnya orang tua saya mengetahui bahwa saya telah bermain di danau. Dan Papi saya menunjukan amarahnya ke saya dengan memukul saya dengan sabuk. Sejak itu, saya tidak pernah kembali ke kali itu dan mengintip wanita mandi.

Sama seperti adalah bodoh bagi saya untuk berpikir saya bisa melarikan diri dari mata orang tua saya, adalah kebodohan untuk kita berpikir bahwa kita bisa melarikan diri Allah. Saya bisa lolos pergi ke kali jika saya lebih memperhatikan pakaian saya, tetapi hal ini tidak bekerja dengan Allah. Dia bersama saya di kali. Dia bersama saya dalam perjalanan ke kali. Dia melihat saya mengintip wanita itu ketika tidak ada orang lain yang melihat. Tidak ada satu tempat di alam semesta ini di mana anda dapat bersembunyi dari Tuhan.

Bahkan dalam kegelapan, Tuhan ada di sana. Tidak ada rahasia di hadapan Allah. Bahkan di tengah-tengah tempat paling gelap di mana tidak ada siapa-siapa dan anda tidak bisa melihat apa-apa, ruang gelap itu tidaklah gelap untuk Allah, karena kegelapan adalah seperti terang bagi Dia. Anda tidak dapat bersembunyi dari Allah. Hal ini mungkin terdengar seperti berita buruk bagi sebagian dari anda tetapi ini juga menghibur. Ini juga berarti bahwa dalam situasi apa pun yang anda hadapi saat ini, anda mungkin berada di lembah terendah kehidupan dimana orang-orang di sekitar anda bahkan tidak tahu kalau anda masih hidup atau tidak, atau anda mungkin sedang terbang tinggi dengan semua malaikat menyembah Allah, Allah menaruh mata-Nya terhadap anda. Dia melihat. Anda tidak bisa membuat Allah terlengah. Dia tidak tertidur atau ngantuk. Dia melihat anda pukul 3 pagi di pagi hari ketika anda menangis di kamar anda dengan tidak ada orang lain selain anda dan Dia juga melihat anda pada jam 1 siang ketika anda pergi makan KFC dengan teman-teman anda. Dia bersama anda hari ini, Dia bersama anda kemarin dan Dia bersama anda besok. Dia tidak dibatasi oleh ruang dan waktu. Kemarin dan besok anda adalah sekarang bagi Allah. Bagaimana cara bekerjanya? Saya tidak punya ide. Hal ini di luar saya. Tetapi Alkitab mengajarkan kita bahwa besok dan kemarin bukanlah hanya sesuatu yang Tuhan tahu, tetapi itu adalah di mana Allah berada pada saat ini. Dia mengenal anda secara luas.

 

 

Berdaulat

 

Mazmur 139:13-16 – Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku. Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya. Tulang-tulangku tidak terlindung bagi-Mu, ketika aku dijadikan di tempat yang tersembunyi, dan aku direkam di bagian-bagian bumi yang paling bawah; mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satupun dari padanya.

Tidak ada kecelakaan bagi Allah. Berapa banyak dari anda yang suka merajut? Saya berpikir tidak banyak dari kita yang merajut lagi. Saya bukan seorang perajut. Saya tidak tahu banyak tentang merajut. Tapi saya tahu satu hal. Anda merajut dengan tujuan akhir dalam pikiran anda. Anda tidak merajut syal tanpa mengetahui bahwa anda sedang membuat syal. Jadi Ketika Daud mengatakan bahwa Tuhan merajut atau menenun anda, dia berkata bahwa Allah tahu persis apa yang Dia lakukan. Dia tidak melakukan kesalahan. Anda bukanlah produk kecelakaan! Anda mungkin adalah produk kecelakaan bagi orang tua anda, tetapi tidak dengan Allah. Dia adalah sosok yang merajut anda dalam rahim ibumu. Dan ketika Dia merajut anda, dia tidak membuat kesalahan. Kejadian anda dahsyat dan ajaib!

Hal ini berlaku untuk segala aspek kehidupan anda dari fisikal sampai kemampuan tersendiri anda. Allah mendesain anda untuk menjadi anda dan Dia tidak membuat kesalahan. Salah satu hal yang saya kurang sukai tentang penampilan saya adalah mata saya. Saya memiliki mata sipit yang membuat kewarganegaraan saya dipertanyakan. Jelas kulit saya terlalu gelap untuk menjadi Cina tapi mata saya terlalu kecil untuk menjadi Indonesia. Tapi itu bukan seolah-olah Tuhan membuat kesalahan dalam menciptakan saya. Ini bukan seolah-olah suatu saat Tuhan sedang lelah dan Dia membiarkan salah satu malaikat untuk melanjutkan merajut saya dan ketika malaikat selesai pekerjaannya dan membawanya kepada Allah, Dia terkejut. “Malaikat apa yang kamu lakukan? Matanya terlalu kecil. Ia akan menjadi pengkotbah suatu hari. Apakah kamu tidak merasa kasihan padanya bahwa banyak orang akan menatap mata kecilnya dan tidak yakin apakah dua mata itu terbuka atau tidak saat dia tertawa?” Tidak, Itu tidak terjadi. Tuhan menciptakan saya dengan mata kecil secara kusus karena dia tahu suatu hari mata kecil akan disebut mata seksi yang baru. Siapa yang bilang mata kecil itu seksi? Saya yang bilang begitu, diam! Maksud saya adalah, tidak peduli apa postur anda. Anda bisa sangat tinggi atau sangat pendek, mata besar atau mata kecil, hidung lurus atau hidung pesek, kulit gelap atau kulit putih, gemuk atau kurus (yang ini engga sih. Bisa diusahakan), Tuhan tidak membuat kesalahan dalam merancang anda. Ya, itu termasuk mereka yang lahir dengan cacat. Tuhan tidak membuat kesalahan merajut anda.

 

Hal ini juga berlaku untuk kemampuan unik anda. Jika anda mengikuti saya di Instagram, maka anda tahu bahwa kemampuan saya untuk mengambil gambar dan mengedit gambar sangat memerlukan kasih karunia yang banyak. Saya tidak memiliki kemampuan untuk itu. Dapatkah saya memperbaiki dan meningkatkan kemampuan saya? Tentu saja! Saya pikir kemampuan saya sudah meningkat pesat dalam dua tahun terakhir sampai ke titik dimana saya benar-benar berpikir bahwa posting Instagram saya bagus. Sampai 2 hal terjadi baru-baru ini. Yang pertama, co-pastor saya komentar di posting Instagram saya bahwa ia diberkati lewat khotbah saya tapi posting Instagram saya masi butuh perjalanan yang panjang. Tough love! Dan yang lainnya adalah ini. Salah satu anggota KM saya adalah Food-grammer yang sangat handal. Anda harus mengikuti dia di Instagram. Dia mengambil gambar makanan yang menakjubkan dan mamasukannya ke Instagram. Jadi beberapa hari yang lalu dia memposting gambar kue (pie). Benar-benar hanya foto kue. Ketika saya melihatnya, foto itu membuat saya ingin makan kue. Kemudian saya membaca komentar-nya. Just trying to play with some lighting effects, but Im not sure it works. (Hanya mencoba untuk bermain dengan beberapa efek pencahayaan, tapi aku tidak yakin ini bekerja). Dan saya langsung, ‘eh?’ ini bermain-main? Saya bisa puasa dan berdoa selama 40 hari dan 40 malam dan menggunakan semua waktu saya belajar bagaimana untuk mengambil dan mengedit gambar dan hasilnya bahkan tidak akan mendekati fotonya yang bermain-main. Dan berapa banyak orang yang menyukai gambarnya yang dia bilang bermain-main? 268! Saya sangat beruntung jika ada 50 orang yang menyukai gambar saya setelah saya bersusah payah mengeditnya untuk setengah jam!

Masalahnya adalah, saya tidak berbakat untuk itu. Mungkin Tuhan tahu kalau dia memberi saya bakat ini, saya akan mengambil terlalu banyak selfie. Tapi itu tidak berarti Tuhan melakukan kesalahan dalam menciptakan saya. Sebaliknya ia mendesign otak saya dengan cara yang berbeda. Dia memberi saya kemampuan untuk dengan mudah memahami konsep-konsep baru dan menghubungkan titik-titik dari satu informasi kepada informasi yang lain. Dia juga mendesign saya untuk tidak memiliki rasa takut berbicara di depan umum. Ketika ia menciptakan saya, dia memutuskan untuk dengan sengaja menghapus beberapa ‘saraf malu’ jadi saya tidak punya masalah mempermalukan diri di depan publik. Saya adalah salah satu dari teman kelas SD anda yang selalu bernyanyi keras dan fales di depan kelas. Itulah saya. Dan dalam hal ini, Allah tidak mempersiapkan saya untuk posting gambar yang bagus di Instagram. Jadi saya tidak harus iri terhadap orang-orang yang berbakat untuk itu. Bahkan, jika ada yang ingin mengambil alih akun IG saya dan melakukan semua editing dan posting saya, saya dengan senang hati akan memberikannya kepada anda. Selama anda dapat menjamin minimal 100 likes untuk setiap posting. Tapi Tuhan sedang mempersiapkan saya untuk menjadi seorang pengkhotbah. Dia mengenal anda dengan berdaulat.

 

Dia juga mengenal anda dengan berdaulat dalam setiap keadaan yang terjadi dalam hidup anda. Ketika saya didiagnosa menderita leukemia, Tuhan tidak terkejut. Saya terkejut! Saya bahkan tidak tahu apa leukemia itu. Yang saya tahu adalah banyak Korean drama yang karakternya meninggal karena leukemia. Tapi tidak begitu dengan Tuhan. Dia tahu persis dan ia dengan berdaulat sudah menetap