Di Tengah Badai

Bacaan: Markus 6:30-52

“..sebab sesudah peristiwa roti itu mereka belum juga mengerti, dan hati mereka tetap degil.” (Matius 6:52)

Ketika kita menaiki pesawat, pernahkah saudara bertanya mengapa kita bisa menjadi lelah, padahal yang kita lakukan hanyalah duduk, makan, minum dan segala hal yang sangat santai. Ternyata penilitian mengatakan bahwa penyebabnya bukan apa yang kita lakukan di pesawat tapi suara mesin dari pada pesawat sendiri, sebab sekalipun suara itu kita tidak menyadarinya dan mungkin menjadi suatu suara yang tidak terdengar, tapi otak kita tetap mendengarnya dan bekerja untuk memproses suara tersebut.

Di kehidupan kita banyak sekali angin angin yang kita tidak perlukan, misalnya cerai, kanker, kebangkrutan, mungkin angin tersebut belum terjadi tapi sering kali membuat kita berusaha lebih dari pada biasanya dan akhirnya melelahkan. Seperti disaat kalau kita bermain bola disaat hujan deras dan angin yang kencang, kita memerlukan usaha yang lebih dari pada biasanya untuk mencetak gol, dan itu pun belum tentu menjaminkan kita untuk pasti menang. Tapi angin apapun itu, kita perlu mengetahui namanya sehingga kita dapat belajar mengatasinya. Dan biasanya badai tersebut akan datang disaat kita tidak siap.

Kehidupan keKristenan bukan hanya di satu jam yang mendatang atau 24 jam yang mendatang, tapi setiap hari setiap saat. Kita harus menyadari bahwa ada alam lain yang berusaha untuk menghancurkan kita, iblis akan terus berusaha untuk mencuri apa yang Tuhan sudah sediakan untuk kita, sebab iblis tau jikalau perahu yang kita naiki dapat melewati badai dan sampai pada tujuan, kita akan menjadi orang yang sangat bahaya bagi iblis.

Di Markus 6:45, Tuhan Yesus memerintah atau mendorong  dengan sangat murid murid nya untuk masuk ke dalam kapal, bukan memaksa. Tuhan sanggup merubah kapal yang salah menjadi kapal yang benar dan jikalau Tuhan Yesus yang membimbing kita untuk masuk ke suatu kapal, Dia akan patikan bahwa kapal tersebut tidak akan tenggelam dalam situasi apa pun. Dia yang terawal dan terakhir, Dia yang telah memulai sesuatu yang baik dalam kita akan menyelesaikannya.

Jangka waktu antara disaat Tuhan Yesus mendorong muridnya untuk masuk ke kapal di siang hari dan sebelum Tuhan Yesus kembali kepada mereka di pagi subuh adalah jangka waktu yang sangat panjang untuk murid muridnya untuk menghadapi badai. Tapi Tuhan kita tidak pernah terlambat, hanya kita saja yang sering kali menaruh Tuhan dalam jadwal kita dan ketika apa yang kita harapkan tidak terjadi kita berkata bahwa Tuhan telat. Dan mungkin kita berkata juga bahwa Tuhan tidak melihat apa yang kita alami. Di Markus 6:48 menunjukan bahwa Tuhan selalu melihat kita, seperti gembala yang selalu menjaga dombanya supaya tidak menjadi mangsa siapapun.

Di Markus 6:48 juga dikatakan bahwa Tuhan Yesus datang kepada mereka. Kalau kita bisa disini saat ini dan mengenal Tuhan Yesus, bukan karena apa yang kita lakukan dan usaha kita tapi karena Dia yang datang kepada kita karena Kasih Tuhan pada kita dan bahkan tidak ada suatu apa pun yang dapat memisahkan Kasih Tuhan terhadap kita.

Pernahkah kita dalam situasi atau ditempat dimana Tuhan ada namum kita tidak menyadariNya? Seperti Markus 6:49, disaat Tuhan Yesus datang, murid muridnya yang selalu bersekutu dengan Dia dan sangat kenal denganNya, tetapi disaat dalam badai, mereka mengira bahwa Tuhan Yesus adalah hantu. Sering kali badai dalam kehidupan kita membuat kita kehilangan focus kepada Dia. Tetapi Tuhan dalam kasih karunia-Nya akan datang dan menyatakan diri-Nya kepada kita. Tidak lama setelah itu Yesus berkata “be of good cheer. It is I. don€™t be afraid”

Ketika Yesus mengatakan itu, badai belum reda. Pertanyaannya adalah apa alasannya kita bisa tenang, ketika  kelihatannya semua keadaannya tidak bertambah baik? Kita lebih memilih “aku akan tenang pada saat Tuhan menjawab doa saya”. Tetapi Yesus berkata “tenanglah” ketika badai itu masih menerpa murid – murid-Nya karena “ini Aku” kata Tuhan. Ketika masalah – masalah membutakan kita untuk melihat akan kasih Tuhan dan rencana-Nya untuk hidup kita, Dia berkata “be of a good cheer. It is I”. Tapi Tuhan kapankah badai ini akan berlalu? Kita tidak tahu jawabannya, tetapi kita bisa percaya. Badai belum berlalu tetapi kita bisa yakin bahwa Yesus bersama kita!

We can€™t put God on our timetable and schedule. “But ye though I walk through the valley of shadow of death, I will fear no evil. Because You are with me.” No matter how long it takes, we€™ll take courage because He is here with us. We are going to make it to the other side and witness Jesus€™ faithfulness to the end!

Tags:
No Comments

Post A Comment