Desire for God

“Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu.” Markus 11:24

Ayat di atas ini tidak mempunyai arti bahwa apa saja yang kita inginkan dan minta pasti Tuhan akan memberikannya kepada kita. Tahukah saudara bahwa purpose atau destiny dari Tuhan atas hidup kita itu tidak berarti kesuksesan dan kekayaan?

Di saat kita menerima Tuhan, setiap kita diberikan destiny dari Tuhan, tetapi destiny ini baru berupa benih. Dan kita perlu iman dan terus berjalan dalam iman itu supaya kita dapat menggenapi benih itu.

Dan selain dari pada iman, kita juga perlu berdoa supaya benih itu bertumbuh. Lalu kita juga memerlukan yang namanya desire, yaitu kerinduan atau gairah. Tanpa desire ini maka kita tidak akan berbuat apa-apa dengan benih yang sudah Tuhan tanamkan dalam hidup kita, dan kita akan menjadi gagal.

Setiap kita memerlukan desire supaya kita dapat terus kuat berjalan walaupun di sepanjang perjalan banyak tantangan dan masalah.

“Sebab tujuh kali orang benar jatuh, namun ia bangun kembali” Amsal 24:16a

“dan bergembiralah karena TUHAN; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu.” Mazmur 37:4

Di dalam terjemahan bahasa Inggris, ayat di atas berkata “delight yourself in the Lord”. Artinya di sini kita harus membuat diri kita supaya bergembira, dan kegembiraan ini tidak tergantung dengan situasi dan keadaan kita.

“Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.” Yakobus 5:16b

“Doa orang yang benar” di dalam terjemahan bahasa Inggris adalah “the effective prayer” yang artinya adalah doa yang di mana desire seseorang kepada Tuhan itu tidak pernah terpadamkan.

Perbedaan antara orang yang berhasil dan gagal bukan karena talenta, tetapi karena desire!

Yakub dapat memperoleh berkat anak sulung karena desire nya yang tidak terpadamkan sampai dia memperoleh berkat tersebut. Bahkan Tuhan pun berkata bahwa Dia tidak malu memanggil Yakub sebagai anak-Nya.

“Ia melakukan kehendak orang-orang yang takut akan Dia, mendengarkan teriak mereka minta tolong dan menyelamatkan mereka.” Mazmur 145:19

Desire adalah suatu senjata yang sangat ampuh. Dan orang yang kurang akan desire di dalam hidupnya maka orang tersebut akan banyak mencari alasan untuk tidak berbuat apa-apa di dalam hidup.

“Umat-Ku binasa karena tidak mengenal Allah; karena engkaulah yang menolak pengenalan itu maka Aku menolak engkau menjadi imam-Ku; dan karena engkau melupakan pengajaran Allahmu, maka Aku juga akan melupakan anak-anakmu.” Hosea 4:6

Mengapa umat Tuhan dapat kekurangan pengenalan akan Allah? Hal ini disebabkan karena kurangnya desire untuk belajar dan memperoleh pengenalan itu. Umat Tuhan binasa karena kekurangan desire akan Tuhan.

Elisa adalah seorang nabi yang memiliki desire untuk memperoleh pengurapan ganda dari nabi Elia, dan karena desire-nya maka Elisa memperoleh pengurapan ganda tersebut. Bahkan tercatat di dalam 2 Raja-Raja 13:20-21 bahwa setelah Elisa meninggal sekalipun ia tidak berhenti melakukan mujizat: “Sesudah itu matilah Elisa, lalu ia dikuburkan. Adapun gerombolan Moab sering memasuki negeri itu pada pergantian tahun. Pada suatu kali orang sedang menguburkan mayat. Ketika mereka melihat gerombolan datang, dicampakkan merekalah mayat itu ke dalam kubur Elisa, lalu pergi. Dan demi mayat itu kena kepada tulang-tulang Elisa, maka hiduplah ia kembali dan bangun berdiri.”.

Desire tidak akan berhenti, bahkan akan terus setelah kematian.

“Maka teringatlah murid-murid-Nya, bahwa ada tertulis: “Cinta untuk rumah-Mu menghanguskan Aku.”” Yohanes 2:17

Ayat di atas menunjukkan kepada kita akan desire Tuhan Yesus. Sebagai seorang manusia biasa, Tuhan Yesus tidak pernah gagal. Kenapa? Karena desire yang dimiliki-Nya!

“Dalam hidup-Nya sebagai manusia, Ia telah mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada Dia, yang sanggup menyelamatkan-Nya dari maut, dan karena kesalehan-Nya Ia telah didengarkan.” Ibrani 5:7

Doa Tuhan Yesus selalu didengar oleh Bapa bukan karena Dia adalah Anak Allah, tetapi karena Yesus penuh dengan desire, sampai Ia berdoa tanpa henti-hentinya penuh dengan ratap dan tangis.

Hari marilah kita juga hidup penuh dengan desire untuk Tuhan!

Tags:
No Comments

Post A Comment